SOCCER NEWS - Kekalahan Arsenal ketika bermain di kandang dari Bayern Muenchen pada Leg 1 dalam lanjutan 16 Besar Liga Champions membuat langkah Arsenal menuju babak berikutnya semakin berat. Pada Leg ke-2 yang akan di langsungkan di kandang Muenchen, Arsenal butuh kemenangan tiga gol tanpa balas dan ini merupakan sebuah "Mission Immpossible" bagi skuad The Gunners. Selain butuh permainan dengan tekhnik yang sempurna, The Gunners juga butuh mental baja untuk dapat mengalahkan Bayern Muenchen yang sangat sulit di kalahkan bila bermain di Allianz Arena, kandang mereka.
Misi Arsenal semakin bertambah berat dengan menjadi satu-satunya harapan publik Inggris di Liga Champions setelah Manchester United di kandaskan oleh Real Madrid pada pekan yang lalu.
"Kami harus bekerja lebih keras lagi demi mencapai asa dan menuntaskan misi yang berat ini. Mungkin banyak orang yang memperkirakan kami saat ini sedang menjalankan sebuah "Mission Immposible", tapi itu tidak benar 100%. Kami masih punya harapan, dan itu tergantung pada pemberian 100% komitmen pasukanku di lapangan." ucap Arsene Wenger , Pelatih Arsenal , di situs resmi klub kemarin.
Bayangan akan tersingkir dari kompetisi memang sudah ada di depan mata para punggawa Arsenal. Apalagi dalam sejarah Liga Champions, belum ada tim yang mampu membalikkan keadaan bila di kandang mereka sudah ketinggalan dua gol. Jika gagal, Arsenal menorehkan prestasi negatif, yakni terhenti di babak 16 Besar selama 3 musim berturut-turut.
Fakta spirit hanya ditunjukkan oleh Ajax Amsterdam dan Inter Milan , yang mampu membalikkan keadaan setelah kalah di kandang sendiri untuk lolos ke babak berikutnya. Namun, keduanya bukan berselisih dua gol dari tim tamu. "Setidaknya, peluang kami masih terbuka dan menang tiga gol bukanlah hal mustahil bila kita bermain dengan kerja keras dan konsentrasi tinggi."ujar Wenger.
Sang Professor paham, timnya butuh tiga gol tanpa balas untuk bisa
menyingkirkan raksasa Jerman itu ke fase gugur putaran kedua kompetisi
antar tim elit Eropa tersebut. Sayang, sejarah telah membuktikan
beberapa tim selalu kesulitan melewati FC Hollywood setelah kalah di
kandang sendiri.
Hanya ada dua tim yang mampu membalikkan keadaan di markas Bayern
setelah mereka tenggelam di leg pertama. Panathinaikos dan Inter Milan
yang mampu melakukan itu di babak 16 besar. Saat itu Bayern Muenchen
memenangkan leg pertama 16 besar dengan skor 1-0 di kandang Inter tahun
2011, tapi kemudian situasi berbalik saat Bayern memainkan laga
kandangnya, Inter menang dengan skor 3-2.
"Mental kami untuk datang kesana sangat kuat, kami adalah tim yang
penuh dengan ambisi dan saya pikir kami akan lolos dengan cara apapun
itu. Ada sejumlah kemenangan yang didapatkan Arsenal di Liga Champions
yang bisa membuat kami bangga. Kami hanya harus memastikan bisa
melakukan hal bagus di Munich. Peluang kami memang kecil tapi kami akan
melakukan mission impossible," sebut Wenger, di Reuters.
Di kubu tuan rumah, The Bavarians menatap laga ini dengan semangat
mendekatkan diri mereka ke partai puncak Liga Champions yang akan
dihelat di Stadion Wembley, London. "Dalam situasi tertentu, segala
sesuatunya terlihat sangat sempurna. Kami bisa melakukan comeback
kapanpun, ini menunjukkan selera besar yang dimiliki tim ini," kata
kiper Bayern, Manuel Neuer.
Melihat performa Bayern secara keseluruhan musim ini memang harus
diakui mereka memiliki sejumlah keunggulan kualitas. Terutama dari sisi
kekompakan para pemain di masing-masing lini. Bahkan untuk pemain yang
berada di bangku cadangan memiliki kualitas yang tak beda jauh dengan
pemain inti. Sebut saja striker Mario Mandzukic yang mampu menggeser
posisi penyerang utama Bayern Mario Gomez.
Mandzukic pada leg pertama lalu menunjukkan kualitasnya sebagai
penyerang tajam di depan gawang lawan. Dia mencetak satu dari tiga gol
yang dicetak pemain Bayern Muenchen di Emirates Stadium.
Barisan lini kedua juga tak kalah moncer. Javi Martinez, Luiz
Gustavo, Thomas Mueller, Toni Kroos dan Arjen Robben adalah sejumlah
gelandang yang memiliki naluri menyerang tinggi dan sama-sama punya
kemampuan menjebol gawang lawan.
Di area belakang, soliditas tinggi telah diperlihatkan Philipp Lahm,
Daniel Van Buyten, Dante dan David Alaba. Secara keseluruhan,
konsentrasi tuan rumah sangat tinggi, setelah mereka hampir dipastikan
meraih gelar Bundesliga.
Situasi terbalik ada di kubu Arsenal, Wenger masih terus melakukan
transisi perubahan susunan pemainnya setelah kepergian sejumlah pemain
bintang ke beberapa klub besar. Lukas Podolski, Olivier Giroud dan Santi
Cazorla masih sering terlihat kehilangan sentuhan ketika dicampurkan
dengan pemain-pemain lama.
Setidaknya Arsenal bisa berharap kepada Theo Walcott yang musim ini
mulai menunjukkan penampilan luar biasa. Namun Arsenal tertimpa musibah
ketika melakoni lawatan ke Allianz Arena. Mereka kehilangan gelandang
cerdas Jack Wilshere yang mengalami cedera setelah laga melawan
Tottenham Hotspur.
Kondisi bahaya memang tengah mengancam Arsenal. Apalagi dalam
pertandingan dini hari nanti, publik tuan rumah tengah bergelora.
Apalagi kalau bukan bersinarnya barisan jagoan mereka. Nama paling
moncer adalah Thomas Muller. Ia menjadi pemain terfavorit bulan Februari
2013, mengalahkan Arjen Robben dan kapten Philipp Lahm.
Fakta tak memungkiri hal itu. Produk akademi sepak bola Bayern
Muenchen tersebut sudah tampil 32 partai musim ini dengan 17 gol plus
berkontribusi terhadap 28 gol lainnya. Penampilan terakhirnya, kontra
Fortuna Dusseldorf di ajang Bundesliga, akhir minggu lalu, membuat
barisna pertahanan patut waspada level maksimal.
"Saya sedang enak bermain, dan tentu saja punya keinginan untuk terus
mencetak gol atau memberi kontribusi. Arsenal tim hebat, tapi saya akan
membuat mereka tak berkutik. Saya ingin menuai banyak trofi bersama
tim," kata Muller.
Pemain Muda Terbaik pada putaran final Piala Dunia 2010 tersebut
berjanji untuk meneruskan catatan istimewa Die Roten, yang sudah menuai
23 pertandingan tanpa kalah, termasuk 19 kemenangan.
Bersama Javi Martinez, Luiz Gustavo, Toni Kroos dan Arjen Robben,
Muller bersiap memberi prahara bagi Per Meresacker dkk. Jika Theo
Walcott, Mikel Arteta, Santi Cazorla dan Aaron Ramsey gagal berkreasi,
sudah tentu bakal menjadi makanan empuk bagi tim yang sudah mencetak 67
gol di Bundesliga dan 18 gol di Liga Champions tersebut.
